9jqevJBodSbbMfiMLP15Z2iuLHJ07dWxMRgBhW0R
Bookmark

Pengertian Riya dan pembagiannya

 


    Riya: yaitu beramal dengan suatu amalan agar dilihat oleh manusia / atau secara gampangnya yaitu beramal bukan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


     sedangkan Tujuan orang yang berbuat Riya yaitu supaya mendapatkan pujian dari pada manusia, kehormatan dan keistimewaan, misalnya jika dia memerlukan sesuatu hajat maka hajatnya itu lekas terpenuhi oleh manusia dan segala kebutuhan - kebutuhan hidupnya terpenuhi tanpa susah dia mendapatkannya, inilah salah satu tujuan oleh orang yang berbuat riya' karena ingin dipandang manusia sebagai orang yang baik.


Hadits Nabi Muhammad Saw tentang Riya


     Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga khawatir terhadap umatnya akan perbuatan Riya ini, karena Riya termasuk perbuatan Syirik kecil sebagaimana dalam hadits beliau, ketika salah satu sahabatnya bertanya kepada beliau:

 

 يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُشْرِكُ أُمَّتُكَ مِنْ بَعْدِكَ قَالَ نَعَمْ أَمَا إِنَّهُمْ لَا يَعْبُدُونَ شَمْسًا وَلَا قَمَرًا وَلَا حَجَرًا وَلَا وَثَنًا وَلَكِنْ يُرَاءُونَ بِأَعْمَالِهِمْ.


     Artinya: "Wahai Rasulullah, apakah umatmu akan melakukan kesyirikan setelah Anda?." Beliau menjawab, "Ya, namun mereka tidak menyembah matahari, bulan, batu atau berhala tapi mereka melakukan riya ' dengan amalan-amalan mereka. 


Berbagai macam riya

     Adapun Riya' itu terbagi kepada tiga macam:

1. Beramal dengan tujuan manusia, Andaikan kalau Bukan karena manusia maka dia tidak akan bersamal.

2. Beramal supaya dipuji oleh manusia, Walaupun manusia tidak mengetahui amalnya tersebut.

3. yaitu beramal untuk mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala, maka adapun yang ketiga ini bagi orang awam adalah ikhlas, tetapi bagi orang-orang Arifin ini masih termasuk perbuatan riya.

Post a Comment

Post a Comment