9jqevJBodSbbMfiMLP15Z2iuLHJ07dWxMRgBhW0R
Bookmark

tradisi orang banjar lampu malam salikur bulan Ramadan yang sudah hilang

     orang banjar memiliki tradisi unik ketika akan menyambut malam Salikur (Malam ke 21 ramadan), yaitu membuat lampu yang menggunakan bahan bakar minyak tanah, atau yang lebih di kenal di daerah banjar dengan sebutan lampu duduk.

    biasanya masyarakat membuat bambu untuk dijadikan tempat minyak tanah dan diletakkan sumbu untuk menyalakan api, seperti gambar di bawah:

    Hampir seluruh rumah akan membuat lampu untuk menyambut malam ke-21 Ramadhan, yaitu malam ke sepuluh terakhir di bulan Ramdhan yang di yakini kuat pada malam malam itulah lailatul qador di turunkan, seluruh desa akan terang dengan lampu tersebut, anak anak desa akan berkeliling dimalam hari untuk melihat pemandangan indahnya lampu malam salikur.

    Lampu malam salikur sudah jarang sekali di temui, lampu ini masih ekses di tahun 1990 dan mulai hilang ditahun 2000 ke atas.

    seperti di kampung penulis, di kecamatan ilung pasar lama barabai, sudah tidak ada lagi lampu malam salikur, terakhir saya melihatnya pada tahun 2005, nah bagaimana jika memulai membuat lampu malam salikur lagi, tapi untuk saat ini sulit sekali untuk menemukan minyak gas.

Post a Comment

Post a Comment