9jqevJBodSbbMfiMLP15Z2iuLHJ07dWxMRgBhW0R
Bookmark

Nabi Muhammad Saw Membelah Bulan Menjadi dua

 

    Para pembesar kaum Quraisy berkumpul untuk mendatangi Nabi Muhammad Saw, yang berani menghina berhala – berhala mereka. Dan meminta Nabi Muhammad Saw untuk memberikan suatu mukjizat kepada mereka jika memang Nabi Muhammad Saw adalah serorang utusan Allah Swt. 

    Mereka meminta sesuatu permintaan yang cukup besar dan tidak pernah terjadi selama ini, yaitu membelah bulan menjadi dua bagian: “wahai Muhammad, jikalau kau memang seorang Rasul utusan Allah Swt, datangkan kepada kami satu mu’jizat. Belah lah bulan menjadi dua bagian. Letakkan yang sebelah di atas bukit Abu Qubais, dan letakkan sebelahnya lagi di atas bukit Qaiqa’an (dua bukit di Makkah)”.

    Mendengar permintaan para pembesar kaum Quraisy, Rasulullah menjawab: “jikalau aku bisa membelah bulan menjadi apakah kalian akan beriman kepada Allah Swt dan mengakui kerasulanku?” iyaa kami akan masuk kedalam agama islam, jawab para pembesar kaum Quraisy. Mendengar jawaban tersebut maka Rasulullah Saw pergi untuk melaksanakan Sholat Dua rakaat.

    Setelah selesai melaksanakan sholat dua rakaat, malaikat Jibril datang dan menyampaikan firman Allah Swt kepada Rasulullah Saw, agar melaksanakan kehendak perintah para pembesar kaum Quraisy yang menyuruhnya untuk membelah bulan menjadi dua.

    Ketika matahari sudah tenggelam dan malam mulai meliputi kota mekkah, serta bulan purnama sudah berada di atas Rasulullah Saw. Maka beliau menggerakan kedua tangannya dan atas izin Allah Swt beliau berhasil membelah bulan menjadi dua, sesuai dengan permintaan pembesar kaum Quraisy, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut di dekat Rasulullah Saw.

    Walaupun kebenaran sudah nampak di depan kaum kafir Quraisy, mereka tetap tidak beriman, malahan mereka mengatakan Nabi Muhammad Saw sebagai seorang penyihir dan menipu mata mereka dengan ilmu sihirnya. Padahal terjadinya pembelahan bulan tersebut bukan hanya di saksikan di kota Mekkah saja, tapi dari berbagai penjuru dunia. Tetapi apalah daya hidayah tidak masuk kedalam hati mereka, hal ini sejalan dengan firmannya Allah Swt di surah Al Qamar 1 – 3:
 
اِقۡتَـرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الۡقَمَرُ
وَاِنۡ يَّرَوۡا اٰيَةً يُّعۡرِضُوۡا وَيَقُوۡلُوۡا سِحۡرٌ مُّسۡتَمِرٌّ
وَكَذَّبُوۡا وَاتَّبَعُوۡۤا اَهۡوَآءَهُمۡ‌ وَكُلُّ اَمۡرٍ مُّسۡتَقِرٌّ

    Artinya: Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. 
Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus.
Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
Post a Comment

Post a Comment