9jqevJBodSbbMfiMLP15Z2iuLHJ07dWxMRgBhW0R
Bookmark

Hukum Tajwid Surah Fussilat ayat 44 Beserta Makna yang Terkandung

Fussilat ayat 44 dan maknanya


GoresanNews - Surat Fussilat adalah bab (surah) ke-41 dari Al-Qur'an, yang terdiri dari 54 ayat. Surah ini juga dikenal sebagai Ha Mim Sajdah, yang mengacu pada huruf pembuka dari ayat pertama.

Surah ini terutama membahas kekuasaan dan rahmat Allah (Tuhan), dan pentingnya iman dan ketaatan kepada-Nya. Ini juga membahas konsekuensi menolak pesan Allah dan hari kiamat.


Beberapa tema kunci dalam Surat Fussilat meliputi:

  • Kekuasaan dan keagungan Allah, dan pentingnya mencari pengampunan dan rahmat-Nya.
  • Peran para nabi dan rasul dalam menyampaikan risalah Allah kepada umat manusia, dan pentingnya mengikuti petunjuk mereka.
  • Konsekuensi menolak risalah Allah dan hari kiamat, termasuk hukuman di akhirat.
  • Pentingnya iman, amal saleh, dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan.
  • Hubungan antara alam dan kekuatan dan kreativitas Allah.
  • Secara keseluruhan, Surat Fussilat menekankan pentingnya keimanan, ketaatan, dan mencari ampunan Allah, serta memperingatkan konsekuensi dari menolak pesan-Nya.


Surat Fussilat ayat 44 adalah sebagai berikut:

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ


Dan sekiranya Kami jadikan Al Quran itu bahasa Arab yang tidak dimengerti, niscaya mereka (orang-orang musyrik) akan mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya? Apakah Al Quran itu bahasa Arab yang tidak dimengerti dan di luar pemahaman manusia biasa?" Katakanlah: "Al Quran ini adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Adapun orang-orang yang tidak beriman, maka mereka dikabarkan di dalam Al Quran dengan kedengkian di dalam hati mereka dan mereka selalu dalam kesesatan yang jauh." (QS. Fussilat: 44)


Dalam ayat ini, terdapat beberapa hukum tajwid yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Hukum nun mati dan tanwin. Pada kata "lah" dalam "laqaluhu", terdapat nun mati yang harus dibaca dengan tajwid idgham bighunnah, yaitu disambungkan dengan huruf qaf berikutnya sehingga dibaca dengan suara yang sama seperti huruf qaf. Sedangkan pada kata "aajamiyyan" dalam "a'jamiiyyan", terdapat tanwin yang harus dibaca dengan tajwid idgham bighunnah, yaitu disambungkan dengan huruf mim berikutnya sehingga dibaca dengan suara yang sama seperti huruf mim.
  2. Hukum mim mati. Pada kata "li-lladziina" dalam "li-lladziina aamanuu", terdapat mim mati yang harus dibaca dengan tajwid ikhfa, yaitu dilafalkan dengan suara yang sangat tipis dan cepat.
  3. Hukum mad. Pada kata "hudaan" dalam "hudan wa shifaa'un", terdapat huruf ha yang harus dibaca dengan tajwid mad thabi'i, yaitu diperpanjangkan dua harakat.
  4. Hukum mim sukun. Pada kata "mim" dalam "wa mim makanin ba'iid", terdapat mim sukun yang harus dibaca. 


0

Post a Comment